Selasa, 21 April 2015

Demokrasi Memang Tega

siang yang terik, hanya tinggal saya dan seorang nenek yang duduk berhadapan didalam angkot.

Ia membuka pembicaraan, mungkin sekadar menahan kantuknya sedari tadi. Saya pun menyambutnya dengan ungkapan yang tak hanya basa – basi. Saya tanyakan padanya darimana dan hendak kemana , ternyata pertanyaan saya dijawab dengan panjang – lebar hingga mengeluhkan keadaan.

“beginilah nak, orang udah tua mau cari makan. Setiap pagi ibu bawa goni – goni dan keranjang untuk bawa barang dagangan”.
“loh.. memangnya anak nenek kemana? Apa ga ada yang bisa bantu?”
“anak saya nggak bisa ditumpangi nak, dia bukan orang senang. Biarpun capek, saya usaha lah sehari – hari jualan ini”
“ini isi goninya dagangan nenek? Kok belum habis?”
“yaaa.. sudah biasa nak, orang jualan kan kadang laku kadang enggak”
“nak, nenek rebahan disini gak apa – apa kan, udah berat kali kepala nenek”

“gak apa nek, kan cuma ada saya”



Sang nenek berbaring diatas kursi angkot. Mungkin rasa kantuk tak bisa ia tahan lagi. 
Kupandangi wajahnya yang teramat letih. Lingkar mata yang hitam, nafas yang sedikit tersengal. 
Ya Allah.. ia bukanlah  orang yang sanggup mencari nafkah di usianya yang lanjut. Mungkin usianya tak jauh beda dengan nenek saya. Kaki  itu sudah lemah, penglihatan mengabur, persendian pun sudah kaku.

Dimana penguasa? Dimana pemimpin yang seharusnya mencukupi kebutuhan kaum yang lemah?. Dimana pemimpin seperti Umar yang mengangkat gandum langsung dengan punggungnya untuk rakyatnya?

Aku tersadar, pertanyaan itu takkan terjawab. Memimpikan pemimpin seperti Umar di alam demokrasi yang penuh korporasi hanyalah mimpi, hanyalah ilusi ... 

mereka bilang, demokrasi mampu mengontrol jalannya pemerintahan karena aspirasi rakyat lebih didengarkan.
mereka bilang, demokrasi itu sistem terbaik dan yang paling cocok diterapkan di negeri ini.

bohong! dusta! mereka lupa ada sistem yang lebih baik dimana Islam Kaffah diterapkan. Rahmatan Lil'alamin bermakna kebaikan untuk seluruh ummat, seluruh makhluk bumi, bukan cuma ummat Islam bahkan agama lain tentram jika diatur dengan muammalah sesempurna metode Islam. 

bohong! dusta! mereka sengaja mengelabui orang lemah agar segala kenikmatan hidup cukup mereka wakilkan saja. kekayaan rakyat sudah diwakilkan penguasa, suara rakyat sudah diwakilkan oleh bapak ibu yang tidur-tiduran di kursi  DPR lalu ambil miliaran tunjangan.

bohong! dusta! kebebasan yang mereka usung membuat kemaksiatan yang mulanya hanya terdengan di negara-negara Barat kini sudah dilakukan oleh warga sebelah bahkan tetangga rumah.
INNALILLAH!!!

sepanjang perjalanan otakku berpikir, nenek yang sedang rebahan di depanku ini hanya satu dari sekian juta wanita lansia malang yang ada di negara kaya ini. 
sepanjang jalan aku berdoa, wahai Rabb kami.. wujudkanlah JanjiMu, tegakkanlah institusi negara yang Engkau ridhai yakni Daulah Khilafah Islamiyyah yang berjalan atas manhaj kenabian, bukan manhaj para pendusta yang mengatasnamakan Islam namun membunuhi kaum muslimin, bukan itu!
wahai Rabb kami, mudahkanlah lisan kami untuk mendakwahkan Islam agar masyarakat mau menerapkan hukumMu dengan sempurna! **

-siang yang sendu-

Senin, 20 April 2015

Es Lilin dan MKB (Masa Kecil Bahagia)

Tulisan konyol ini diilhami oleh sore yang sangat gerah sehingga saya memutuskan membeli es lilin di market depan gang rumah kost saya B-)

saya jadi teringat masa SD saat pertama kali mencicipi jajanan ini ..
Kota dimana saya menghabiskan masa kecil menyebut es lilin sebagai es cucup. Waktu itu harganya masih Rp100 bahkan masih ada yang menjual Rp50 untuk ukuran kecil.


Ketika istirahat tiba, bocah - bocah SD tak jauh beda dengan sekawanan lebah yang keluar sarang menyerbu sari bunga di kantin ujung sekolah. Dengan isi saku yang alakadarnya, saya hanya membeli jajanan permen atau orong - orong (saya kurang tau di kota kalian mengenal makanan ini atau tidak, yg jelas rasanya enak). Pokoknya saya sering membeli jajanan seharga Rp50 supaya bisa dibelanjakan 2x. Soal uang saku, mama saya memang cukup horor (!-_-). Eh tapi dibalik kehororan isi kantong, ada hikmah nya loh,, tapi entar aja kita bahas lain waktu ^_^

oke kita kembali ke es lilin! nah.. walaupun uang saya cukup untuk membelinya, mama saya udah wanti - wanti "UANGNYA JANGAN DIBELIIN ES, ITU AIR MENTAH, BELUM DIMASAK!". Sebagai anak yang berbakti dan berbudi luhur, dengan setengah rela saya pun mematuhi -__-

singkat cerita, dulu saya punya teman yang cukup normal dan gasuka bully anak polos lugu cungkring kayak saya, tak tau kenapa, sebenarnya tanpa saya sadar dia sering mencoba ngajakin saya bicara atau sekadar minta ikut jajan sama - sama. kebetulan kali itu saya mengiyakan ajakannya, saya beli sejenis kerupuk2, dia beli es! ya ampun, godaan besar di depan mata! Asli, nyesel jajan bareng dia! sambil jalan saya lirik - lirik itu es yang bulir - bulir airnya mulai menyelimuti plastik. Teman saya ini mungkin gatau bhwa sedang berlangsung perang batin antara saya dengan jajanan yang ia pegang.

ternyata, entah dia yang punya indera berlebih atau entah karena ia ingin membuktikan bahwa ia makhluk normal yang peka terhadap rangsangan, tiba - tiba dia angkat bicara "mau?". ya ampunnn ini anak benar - benar menguji kekonsistenan saya sebagai bocah yang profesional atas janjinya kepada orangtua.

saya terdiam sejenak, dalam diam itu terngiang omelan nyokap, dengan cepat saya ambil keputusan. "Boleh" dengan nada datar. padahal dalem hati pengin bilang "MAU KALI BANGET SANGAT!"

anak SD punya caranya sendiri dalam berbagi, cara ini pasti sama di daerah manapun, yakni dengan membelah 2, tarik menarik sekuat tenaga sambil tertawa, sampai plastiknya terbagi dua dan masing - masing kami terpental. Di sebagian kasus, gara - gara peristiwa tarik - menarik ini ada yang sikap khayang akibat kesandung batu ketika mundur terburu - buru. Walhasil dengan khayang cantiknya ia dihujani tawa, es nya terjatuh, dan ia malu! heheh, rasa lucu kami lebih besar daripada rasa kasihan kami. maklum namanya juga belum lama wisuda TK :D

sluuuurrppp.. saya dan teman saya duduk dibawah pohon beringin sambil menikmati es lilin yang menurut saya lezat tiadatara. saya menikmatinya dengan tanpa rasa berdosa, sebab ketika saya ingat - ingat kembali pesan mama saya, beliau hanya melarang untuk tidak membeli es dengan uang yang beliau kasih, kalau saya dikasi teman, itu lain cerita! (benar2 logika yang cerdas bukan? #MembelaDiri) :D (adegan ini jangan ditiru)

okelah.. see yaa! selamat bernostalgia dang mengingat - ingat apakah anda pernah mengalami hal yang serupa .... ;)

Rabu, 18 Maret 2015

Atasi Bullying dengan "Simple Hypno"

Berikut ini adalah sedikit ulasan kisah laluku, Checkitout !

Dulu, masih ada aktivitas bullying di sekolahku ..
Beberapa dari mereka yg ngebully merupakan kwn2 akrabku. Biasanya saya ikut tertawa dengan olokan mreka terhadapnya. Entah kenapa, pokoknya lucu saja!

Tapi hari itu.. hari dimana mereka melakukan aksi fisik smpai memelintir tangannya sampai ia terjatuh.
Korban sama skali tak melakukan prlawanan, tanpa ekspresi. Seakan2 ia menikmati peran sebagai korban.
Dengan sok horoiknya kubela korban didepan kwn2. Mereka kaget, korban si anak laki2 malang juga kaget.
"WOI, UDAH.. KALIAN BERLEBIHAN!" teriakku memecah suasana, tawa hebat mreka berubah hening.
Utk hari itu, seharian si korban terbebas dari gangguan, tapi tidak untuk hari2 berikutnya.
Aku memilih brhenti membelanya setelah hari itu. Rasanya buang2 waktu ngebela siswa bodoh bermental pasrah.

Aku juga enggan menasihati kwn2 lebih lanjut,alasanku konyol, pengin jaga image agar tetap dalam rating salah satu siswi cuek. 
(jujur saja dulu saya lekat dgn sikap acuh, agak sombong, sdikit belagu, dan bangga atasnya.Na'udzubillah.. Mudah2an skarang enggak ya, maklum saja dulunya belum belajar soal akhlakul karimah ;)). Jika waktu boleh diulang, saya bisa sedikit memberi bantuan utk menyelamatkannya dari kasus perusakan mental ini.

Saya memilih silent action dgn melaporkan kronologis tentang apa yg terjadi selama ini pada wali kelasnya.
Menurut berita yg beredar, sang guru telah melakukan banyak cara termasuk sesederhana menasihati para pembully. 
Namun dengan mudahnya mereka selalu mnjawab "kami cuma brcanda kok buk, cuma main-main kok.."
dan Bullying tetap berlanjut. Saya berhenti total memperhatikan perkembangannya.
yang jelas, beliau sampai tidak menghadiri acara perpisahan sekolah di salah satu Villa kota Parapat yakni tempat dimana kami menghabiskan waktu bersama para guru dan teman-teman seangkatan. Mungkin dia merasa sakit hati dan tidak merasa aman meskipun para pembully tidak akan sempat mengganggunya disana. Saya Prihatin...


Waktu cepat berlalu, sekarang saya sudah kuliah semester 6 di Provinsi seberang. Dalam wisata wawasan, saya baru mendapatkan jawaban soal bullying baru - baru ini. serasa flashback!
Ada pola sikap yang disebut "simple hypno" dimana gerak-gerik kitalah yg menentukan sikap yg akan kita terima dari orang lain. 
Alias reaksi datang karena adanya sebuah aksi. Eksisnya stimulus penghantar yg menimbulkan stigma positif/negatif oranglain terhadap kita.
Kalo dilihat dari kasus diatas, bisa dibilang si korbanlah yg lebih dulu menampilkan aura untuk dibully, tak ada solusi sederhana untuk kasus ini bahkan setelah guru ikut campur sekalipun. 
Solusi jitu hanya terletak pada "korban", ini "Probelm Internal"
  •  Coba perhatikan, setiap anak yang menjadi korban bully adalah mereka yang menampilkan kesan cupu, 5L (lemah,letih.lesu,lunglai) satu lagi saya lupa :D
Dialah yg harus merubah diri, kebiasaan, dan menyadarkn diri sendiri bhwa ia bukan manusia rendah. Dialah yg bisa merubah stigma negatif oranglain terhadapnya. Rubah tingkah membungkuk diri jika melewati pelaku, hilangkan rasa takut akan ancaman, bila perlu lakukan prlawanan sekenanya. Jika solusi yg diambil adalah pindah sekolah tapi dia tetap bertingkah layaknya orang lemah, yakinlah... ia akan mendapat prlakuan yg tak jauh berbeda , krna apa? ya krna "simple hypno" tadi !

jika saya flashback lebih jauh lagi, ketika saya masih SD, tepatnya sebelum orangtua saya dipindah tugaskan ke Kota Medan. Ternyata saya juga korban Bully! yang sampai sekarang saya masih ingat wajah kecil mereka yang pernah membuatku malas sekolah. saya tak punya banyak teman, prestasi anjlok, saya sering jadi korban ejekan teman sebangku si anak laki2 badung dan teman2 perempuan centil didepan meja saya. saya punya kesulitan beradaptasi, menganggap diri saya bukan lawan mereka, badan saya kurus kering, usia saya paling muda.. saat kelas 2 SD saya baru genap berusia 6 tahun, teman lain saya sudah 7 dan 8 tahun. jadi saya memilih diam jika mereka mengganggu saya.

Singkat cerita, naik di kelas 4 saya taklagi berdekatan dengan anak2 sadis itu, saya sudah punya beberapa kawan, teman ngerumpi, teman tukeran jajan. baru sebentar itu brlangsung, papa saya dipindahtugaskan ke Medan, saya takut mengalami kejadian yg sama, setelah tiba di sekolah baru, masuk kelas baru, di jam istirahat saya sudah siap mental kalau2 diganggu, tapi saya tetap memasang wajah tenang, tak tampak sedikitpun rasa takut. 
Dan ternyata mereka langsung menyerbu bangkuku untuk bertanya dengan ramah, wah.. serasa jadi idola. Mereka mengikuti kemanapun aku pergi, dari mulai ke kantin hingga menemaniku berkeliling sekolah. kira-kira jumlahnya setengah dari anak perempuan di kelasku. ramai bukan? Demikianlah, semua berjalan baik hingga kelas 6 SD, prestasiku meningkat. Di sekolah sebelumnya belum pernah menyabet 10 besar, disini saya tak keluar dari rangking 5 besar bahkan 3 besar. Bukan bermaksud pamer, tapi prestasi itu punya korelasi dengan suasana kelas yg kondusif. Tak ada tekanan, tak ada ancaman, justru saya punya banyak teman untuk diajak belajar bersama, saya bukan lagi siswi pendiam yang merasa dirinya lemah, bodoh, dan tak layak diperhitungkan. 
Secara tidak langsung saya sudah mempraktekkan Simple Hypno itu sendiri, dimana saya pernah menampilkan aura untuk dibully, dan di sekolah baru menampilkan aura untuk layak ditemani bahkan hingga lupa bahwa saya pernah jadi korban bully, saya justru teringat kejadian itu pasca kulian sekarang ini :D
Mungkin bagi kalian yang pernah menjadi korban bully dan berhasil keluar dari masa kelam itu, juga secara tak langsung karena simple hypno yg telah kalian tampilkan. 
Jelaslah sudah, Bullying harus diatasi sedini mungkin dengan merubah pola pikir dan pola sikap menjadi positif, tidak ada rasa takut yang menjadi momok penghambat prestasi, malas kesekolah, dll.

Selasa, 17 Maret 2015

Sahabat dan Fitrah Manusia

"Memang Bukan Kepompong, tapi Terkadang Rempong"

Kita adalah manusia yang sejatinya memiliki karakter berbeda satu sama lain, ada ke-khas-an yang anda dan saya miliki. Tentunya kekhasan itu akan menggambarkan bagaimana sosok saya, bagaimana sosok anda. Entah dari segi fisik atau dari kebiasaan harian kita dan cara kita menyikapi segala sesuatu. 

Dalam sebuah hubungan Persahabatan yang terlihat langgeng, tersimpan sejuta cerita yang sering melibatkan emosi (sedih, senang, marah,dll).
adalah sebuah kepastian bahwa setiap persahabatan pasti diawali dengan pertemanan biasa. namun ketika komunikasi dan interaksi smakin sering terjadi, sebagaimana manusia yang memiliki gharizah an-nau' untuk berkasih sayang dengan sesama manusia termasuk dengan teman, maka muncullah keakraban.Kita memulai komunikasi dengan saling bertukar informasi mulai dari membicarakan hal - hal umum hingga mengarah pada hal khusus yang sifatnya privasi.

Hanya bermodalkan beberapa list kebaikan yang dimiliki sang teman, bukan berarti secara otomatis kita langsung menempatkannya dihati kita sebagai sahabat terbaik sejagatraya. Belum, masih terlalu dini memberinya tempat didalam sudut hati kita. ada hal lain yang harus kita pelajari, dari sisi yang berbeda, yakni 'keburukannya' atau biar lebih diperhalus sebut saja 'kekurangannya'

Sehingga apabila kita mendapati karakter lain yang datang darinya, kita tidak akan mudah merasa 'tersinggung', 'kecewa', terkaget dengan fakta lain dari kebiasaannya, jika tak siap menerima, bisa saja muncul prasangka, yahh akan repot urusannya!

alangkah timpangnya jikalau sang teman selama ini hanya mengetahui sisi baik kita saja, pun sebaliknya pengetahuan kita atasnya.
tentu saja lebih tak suka kalau kalau hanya dinilai dari sisi kekurangan kita saja ..
baiknya tampakkan sajalah keduanya, sehingga ngga ada cerita tentang pujian yang membesarkan kepala atau kekecewaan yg menyebabkan luka.

smile emotico
manusia memang begitu, dibalik segudang kebaikan yang membuat kita merasa nyaman didekatnya, ianya juga memiliki segudang kekurangan yang memaksa kita untuk siap menerima.
 ada tipe manusia  yg dermawan abis tapi orangnya sensitif jadi emosinya bisa berubah2. ada sisi baik buruk dari kebiasaannya.
ada yg cerewetnya minta ampun sampe males denger ocehannya,tapi disatu sisi dia org yg sangat care dgn oranglain.
ada yg punya kecakapan brpikir, tapi punya masalah serius dalam memulai komunikasi.
ada yg humoris sampe2 kelepasan 'n bikin tersinggung orang yang baru mengenalnya  tapi di lain sisi dia org yg tak membiarkn temannya galau dan bersedih.

maklumi saja kekurangan mereka, toh selama ini mereka juga memaklumi kekuranganmu.Bukankah begitu???

puji sekedarnya, maklumi sahabat semampunya, Bukan Sekenanya! :D

Jika kita sudah fasih dalam memaklumi plus minus nya, barulah jalinan kita sukses, barulah persahabatan ini akan saling menjaga, menyulutkan energi positif dan melengkapi kekurangan yang ada dalam diri kita.

Rabu, 10 Desember 2014

Ogah Jadi Comberan

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhori)

Sebuah hadits yang dirawikan oleh al-Bukhori di atas memang sudah tak asing lagi ditelinga (didengar) namun ia asing dimata (dilihat)

Bagaimana tidak? Manusia masa kini paling ahli perkara teori namun minimalis sekali dalam praktik. (sok tau banget yak :D). 
Fren, bukannya mau sok tau.. sebagai anak muda berusia tujuh belasan (2 tahun lalu) tentu saja saya tau fakta yang ada dilapangan. B-)

Orang masakini kalo bicarain soal kebenaran dan kebaikan yang berkaitan soal agama, pasti dianggap ‘udik, ga gaul, raga aja dijaman millenium tapi pikiran masih di zaman unta’. Waduh... saya rasa horor sekali ungkapan itu, tapi yaah memang beginilah paradigma yang dibangun di kalangan masyarakat. Sadis!

Parahnya, mereka yg ngakunya aktivis pun hampir – hampir ketularan dengan virus ini. Alasannya beragam, ada yang bilang belum berani menyampaikan Islam terang – terangan, ada yang mengaku belum banyak ilmu jika yang lain balik menanya, ada yang takut dijauhi teman, ada pula yang takut kecoak! (eh, ga nyambung!). sorry..sorry kelapasan ;)

Untuk yang beralasan ‘belum berani menyampaikan Islam terang – terangan’ terus beraninya kapan? Pas gelap – gelapan?! Ga kebayang aja kalo ini orang baru berani bicara kebenaran kalo nunggu mati lampu. Hadeeehh. Perkara ini males bahas ah, lain waktu aja ye.

Kalo yang beralasan ‘belum banyak ilmu’, izinkan saya mengutip perkataan seorang penulis dalam bukunya “Dakwah dan Seruan”. Belum punya bukunya? Kasian! beli gih di saya :p .. Duh kok, malah promo ya, sorry kali ini kelepasan lagi. :D

Begini kira – kira penyampaian beliau yang tentu saja sudah diramu versi pemahaman saya: 
Jadilah sungai, ia mengaliri dan menularkan kebaikannya untuk kehidupan manusia, memberikan manfaat bagi alam semesta tidak peduli deras atau tidaknya alirannya. Jangan menjadi genangan air yang hanya mengairi dirinya, tidak mengaliri kemana – mana dan menyimpan airnya hanya untuknya. Lama – kelamaan genangan itu akan bau, bau busuk”

Selain tak baik untuk dirinya, ia juga merusak pemandangan, mencemarkan lingkungan.

Si sungai takkan pernah takut kehabisan air yang dia punya, ia membiarkannya mengalir kemanasaja. Setiap ia memperoleh air dari hujan, meski hanya rintikan kecil, ia tetap mengalirkannya.Itulah yang membuatnya menjadi bersih, jernih, suci dari najis. 

Beda nasibnya dengan si genangan, ia memillih mengendapkan airnya sampai menguap dengan sendirinya, endapan itu mengotorinya, memberi kesan kumuh bagi lingkungan sekitarnya.

Kalaulah muncul ungkapan, “wajar saja ia menggenang, kan jumlahnya sedikit, tak bisa diluapkan dan di aliri, baiklah jika begitu saya akan menyertakan foto ini.




Foto diatas adalah sebuah kantin apung (bahasa kerennya) yang ada di kampus saya. Jumlah airnya banyak tuh, tapi tidak mengairi siapa – siapa selain dirinya, lihatlah warnanya, kehijauan kaga jelas gituh, dan waktu saya memotretnya jujur saja saya harus menahan bau menyengat yang mengganggu. Jadi maaf maaf aja ya kalo angle nya kurang bagus.  B-)

Demikian halnya dengan kalian wahai saudaraku, sampaikan saja walau hanya satu ayat yang engkau tau. Tapi sebenarnya keterlaluan buanget yak kalo Cuma tau 1 ayat, masak sholatnya Cuma bismillahirrahmanirrahiim? (O_o’) ga mungkin kan! yaah setidaknya begitulah perumpamaan sang Nabi :)

Muncul lagi celetukan, “yasudah, dia menggenang begitu kan karena pembuatnya yang gak bikin drainase otomatis dan mengalirinya kembali!”

Jawabannya simple, yang ciptain kita siapa? Trus kalo pencipta alias pembuat kita (Allah) menghendaki kita agar mendakwahkan Islam/saling mmberi nasihat, mengalirkan ilmu, memberi manfaat de el el, akankah kita mengumpulkan seabrek alasan lagi untukNya?

Lagian, fitrahnya ilmu itu untuk dibagi, jika dipendam, dibiarkan, wajar saja kita jadi mandek, jumud dengan apa yang kita sendiri yakini. Wajar saja, la wong kita lebih memilih jadi genangan air yang membiarkan airnya meluap begitu saja! :/


Mari sejenak memikirkan ....

Selasa, 11 November 2014

Sikapku Berimbas kepada Orang Tuaku

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”(Luqman: 14)

Islam menempatkan orang tua sebagai manusia yang sangat dimuliakan oleh anak-anak mereka. Dalam Al-Qur’an berulangkali Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengingatkan kaum muslimin akan kewajiban berbakti pada orang tua (birrul walidayn ) ayat di atas adalah salah satunya.
Seorang anak pun merupakan aset terbesar yang dimiliki kedua orang tuanya baik di dunia yang menentramkannya maupun di akhirat yang kelak sang anak mampu memboyongnya bersama ke jannah-Nya.

Rasulullah saw. pernah bersabda, sebagaimana penuturan Anas bin Malik ra., “Pada Hari Kiamat kelak diserulah anak-anak kaum Muslim, ‘Keluarlah kalian dari kubur kalian.’ Merekapun keluar dari kuburnya. Lalu, mereka diseru, ‘Masuklah ke dalam surga bersama-sama.’ Mereka berkata, ‘Duhai, Tuhan kami, apakah orangtua kami turut bersama kami?’ Hingga pertanyaan keempat kalinya menjawablah Dia, ‘Kedua orangtua kalian bersama kalian.’ Berloncatanlah setiap anak menuju ayah-ibunya, memeluk dan menggandeng mereka; mereka memasukkan orangtuanya ke dalam surga. Mereka lebih mengenal ayah dan ibu mereka pada hari itu melebihi pengenalan kalian terhadap anak-anak kalian di rumah kalian.”(Kitab Nuzhah al-Majalis wa Muntakhib an-Nafais, ash-Shufuri, dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dari jalan ath-Thabrani).

Untukmu, muslimah, berbahagialah menjadi seorang putri yang hingga saat ini dan nanti berupaya terikat dgn aturanNya yang kelak akan memudahkan mereka dengan menghiasi hari berdo’a pada Rabb kita.
Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shaleh di surga. Kelak ia akan berkata, ’’Wahai Rabbku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku?” Dijawab-Nya, “karena permohonan ampunan anakmu untukmu”[HR Ibnu Majah dan Ahmad, dan dishahihkan Ibn Katsir]

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda
“Barangsiapa yang mempunyai tiga anak perempuan lalu ia bersabar atas mereka. Ia memberi makan, minum, dan pakaian kepada mereka sekadar kecukupan, maka akan menjadi tabir penghalang baginya dari api neraka di hari kiamat..." (Shahih, HR Ibnu Majah: 3669; as-Shahihah: 294 Al-Albani)
"Barangsiapa yang merawat dua anak perempuan hingga baligh maka ia akan datang di hari kiamat bersamaku... (Sembari beliau shallallahu'alaihi wasallam menggabungkan jari jemarinya).." (HR Muslim: 2631)
Bersama beliau shallallahu'alaihi wasallam tentunya di surga, sebagaimana dalam hadits lainnya:
"Aku dan dia memasuki surga seperti dua jari ini" (beliau berisyarat dengan dua jemari berdampingan) (Shahih, HR at-Tirmidzi: 1914)
Dalam riwayat lain terdapat tambahan, "Sampai-sampai kami mengira apabila ada yang berucap, "Bagaimana kalau satu anak putri..?" Tentu Nabi akan berkata, "Satu anak putri juga..." (Hadits Hasan; Silsilah as-Shahihah: 1027 Al-Albani)

Di dunia, ketika kita masih balita. Tangisan berisik kita menghiasi hari – hari mereka. Merawat dan membesarkan seorang anak se-rewel kita mungkin pernah membuat ibu kita menangis atau sang ayah yg kelelahan dengan kita yg selalu banyak meminta. Beranjak dewasa, akankah kita membantah dan durhaka?

Di Akhirat, apa yang terjadi jika nanti justru kitalah yang menjadi penyebab keduanya masuk neraka,penghalang mereka menghampiri telaga kautsar? Na’udzubillah!

Contoh kecil dalam perkara aurat misalnya, sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda  “Selangkah anak perempuannya keluar rumah tanpa menutup aurat, Maka selangkah juga ayahnya Itu hampir ke neraka” (HR. Tirmidzi dan Hakim)


Setiap anak adalah amanah yang Allah titipkan pada kedua orangtua, janganlah kita mempersulit mereka dengan memikul amanah berat ini dengan berlaku sesuka hati.

Semoga keberadaan kita justru yang menjadikan timbangan kebaikan mereka berat, bahkan Allah menghadiahkan mreka surga tanpa hisab,
Sudilah kedepannya kita menjadi pribadi yg lebih baik dari sebelumnya. selain karena perintah Sang Pencipta, Cintai pula Orang Tua setelah RasulNya.
moga kelak kita bisa berkumpul di JannahNya, dengan bersuka cita tanpa duka namun justru berbahagia :)

Rabu, 29 Oktober 2014

Mudah - mudahan Menginspirasi





Saya lupa tepatnya hal ini terjadi kapan ... yang jelas masih SMA.



Sore itu saya pulang dengan letih yang mendera
Rasa lapar langsung mencuat ketika kuhirup aroma lezat yg bersumber dari dapur
wuah, si mama masak bubur rupanya..
sudah tersaji di atas meja, tanpa bertanya langsung kusuap saja ..





AAAAAAaaaA ! sendok terjatuh, aku menjerit kepanasan
lidah serasa terbakar, papila  membesar, seakan-akan ia memar
mama saya sedikit panik tapi sambil tertawa ngegoda.

mana saya tau itu bubur baru diangkat dan brmaksud didinginkan,
lah wong asap nya ga kelihatan (maklum kalo orang lagi laper biasanya main gilas aja) :D

singkat cerita, gara - gara kejadian itu, malamnya jadi susah makan dan bicara
rasanya tiap lidah ini bersentuhan langit-langit dan makanan, luka papila kembali terbuka
terlihat lebay memang, tapi bagiku memang se-begitu-lah yg terasa.

sebenarnya point penting yang ingin saya bagikan bukan yang diatas, tapi yang ini....

detik-detik menjelang insyaf, (maksudnya momment ketika ingin mnjadi pribadi yg lebih baik)
kubaca lembaran2 tersuci di dunia. Ya, Al-Qur'an. seketika hatiku langsung bergetar ketika terbaca:

Sesungguhnya pohon zaqqum itu, . Makanan orang yang banyak berdosa. Makanan ini seperti kotoran minyak yang mendidih di dalam perut,  seperti mendidihnya air yang Amat panas. (QS. Ad-Dukhan: 43 – 46).
lanjutannya ada di as-Shaffat
....... 'Maka Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, Maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. kemudian sesudah Makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. kemudian Sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim'. (QS. As-Shaffat: 62 – 68)

Di neraka, Allah juga sematkan rasa lapar yang berlipatganda menyiksa jiwaraga.
Di neraka, Allah sediakan makanan brupa zaqqum dan minuman berupa nanah yg mendidih dan memotong2 usus kita

getaran yg ada dihatiku karena teringat kejadian si bubur yang hanya sedikit melukai papila.
getaran yg ada dihatiku karena rasa takutku akan azabNya.
yg jika dibandingkan dengan luka bakar biasa, tentu lukaku tak ada apa-apanya.

sahabat, pernahkah terlupa dan tak sengaja mengalami hal yg sama?
meminum teh yang baru dibuat dengan air yg terlalu panas misalnya,
apa rasanya??? sampai memotong dan mendidihkan ususkah?
belum sahabatku, tentu belum separah itu rasanya ...
tapi apakah itu membuatmu jera dan menunda meminumnya sekarang juga?
tentu saja!

haaahh...semoga kita tak dipertemukan dengan makanan - makanan neraka, target kita Surga!
mau dapatkan Surga????? mari pantaskan diri bersama ;)